Pengertian Reksadana Campuran

Dalam dunia investasi, ada satu jenis reksa dana yang harus Anda ketahui. Produk investasi satu ini memiliki asset yang mendasari (underlying asset) campuran, yaitu pasar saham hingga pasar uang. Tapi yang membedakannya dengan investasi biasa, Anda sebagai investor tidak perlu susah payah menyusun satu per satu koleksi investasi saham atau pasar uang tersebut. Karena dengan reksa dana hal tersebut semuanya akan dikelola oleh manajer investasi.

Apa itu Reksa Dana Campuran?

Reksadana campuran atau yang biasa disebut dengan hybrid funds merupakan gabungan antara saham, obligasi (surat hutang), dan pasar uang. Masing-masing alokasinya merupakan kombinasi antara efek ekuitas (saham) dan efek hutang (obligasi) yang tidak ada yang melebihi 79% nilai Aktiva Bersih. Dan dalam satu reksa dana campuran juga harus ada investasi saham dan ada obligasinya.

  • Apakah boleh jika 90% isinya obligasi? Tidak boleh
  • Apakah boleh jika 90% isinya saham? Tidak boleh
  • Apakah boleh jika 79% isinya obligasi? Boleh
  • Apakah boleh jika 79% isinya saham? Boleh

Investasi Reksadana saham

Karakteristik Investasi reksa dana campuran

Reksadana memiliki setidaknya 3 jenis reksadana, yakni reksa dana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Dari setiap jenisnya, perhitungan saham, pasar uang, dan juga obligasinya pun berbeda. Khusus untuk reksadana pendapatan tetap pasar uang sebesar 20% dan obligasi yang minimal sebesar 80% dari pasar uang. Sedangkan untuk Reksa dana yang dibahas sebelumnya masing-masing unsur tidak boleh melebihi 79% nilai aktiva bersih. Lalu untuk reksadana saham, minimal 80% untuk saham dan sisanya adalah obligasi.

Reksa dana campuran cocok untuk profil investor yang moderat. Mengharapkan keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan reksa dana campuran, tetapi risikonya di bawah reksa dana saham.

Bagaimana Cara kerja Reksa Dana Campuran?

Secara garis besar, urutan kerja investasi reksa dana secara garis besar sebagai berikut :

Manajer investasi menghimpun dana dari nasabah à Total dana yang dihimpun akan diinvestasikan ke sejumlah instrumen investasi sesuai dengan kesepakatan dengan nasabahà Nasabah menerima laporan investasi dari manajer investasi tetang dana yang diinvestasikan secara berkala yang berupa kinerja produk, komposisi aset, dan portofolio efek.

Dalam reksa dana terdapat dua hal yang perlu Anda perhatikan, yakni

  1. Nilai Aktiva Bersih (NAB)
  2. Unit Penyertaan (UP)

Transaksi reksa dana diproses berdasarkan NAB per UP. Agar lebih jelas cara kerjanya, mungkin dengan simulasi sederhana perhitungan imbal balik investasi reksa dana.

Seorang investor membeli reksa dana senilai Rp100.000 ketika NAB per UP nya 1.000. Maka investor tersebut mendapatkan:

= Rp100.000/1.000= 100 UP

Jika dua bulan berikutnya NAB per UP reksa dana tersebut naik menjadi 1.300 dan investor menjual seluruh UP-nya, maka yang akan di dapatkan olehnya adalah:

= 1.300 x 1000 UP = Rp 130.000

Maka dalam 2 bulan Investor ini sudah mendapatkan keuntungan sebesar:

= Rp130.000- Rp100.000= Rp30.000

Penting untuk diingat kalau hasil perhitungan imbal balik ini masih dikurangi dengan sejumlah biaya seperti, biaya pembelian unit penyertaan(subscription fee), biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee), dan juga biaya penjualan kembali unit penyertaan(redemption fee).

Dimana membeli Reksa dana campuran

Jika Anda tertarik untuk menjalankan investasi melalui reksa dana campuran, Anda bisa membelinya di Perusahaan Aset Manajemen, bank, dan juga secara online. Dalam perusahaan asset manajemen, Anda bisa membeli langsung reksa dana pasar uang di perusahaan asset manajemen yang mengelolanya. Daftar perusahaan asset Manajemen tersebut berasal dari BAPEPAM. Jika ingin lebih praktis, Anda bisa membeli reksa dana pasar uang secara online.

Memilih Reksa Dana Campuran

Saat ini setidaknya terdapat lebih dari 130 reksa dana campuran yang ada di Indonesia. Lalu bagaimana kiat untuk berinvestasi dalam reksa dana campuran?

Secara umum, reksa dana memiliki jangka waktu investasi pendek (1 atau 2 tahun), menengah (sampai 5 tahun), atau jangka panjang (di atas 5 tahun). Dalam memilih reksa dana, pastikan Anda sudah menentapkan tujuan investasi Anda terlebih dahulu apakah jangka pendek, menengah atau panjang. Jika Anda berencana untuk berinvestasi untuk biaya kuliiah anak 3 tahun lagi, maka investasi itu termasuk ke dalam jangka menengah. Sedangkan jika Anda ingin investasi untuk membeli rumah 7 tahun yang akan datang, tujuan Anda berarti jangka panjang.

Pastikan terlebih dahulu kemana dana investasi tersebut akan Anda gunakan, hal yang tidak kalah penting adalah untuk mengenali profil risiko Anda. Apakah Anda termasuk orang yang terlalu berhati-hati atau pemberani dalam mengambil risiko. Hal tersebut penting dipikirkan karena dalam dunia investasi berlaku rumus high risk high return atau yang berarti dalam berinvestai berisiko tinggi maka akan ada potensi keuntungan yang tinggi. Begitu juga dengan sebaliknya.

Nah, itulah beberapa pengertian reksadana campuran menjalankan investasi melaui reksadana campuran. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, reksadana sangat cocok untuk Anda yang belum memiliki banyak pengalaman investasi. Anda juga bisa membeli reksa dana tersebut di beberapa tempat yang cukup mudah dijangkau, salah satunya bank. Jika Anda berencana untuk membeli reksadana dari bank, Anda bisa memilih Bank DBS Indonesia.

Melalui Bank DBS Indonesia, Anda akan mendapatkan beragam keunggulan seperti, bisa digunakan sebagai investasi jangka menengah (1 sampai 3 tahun), berbagai macam pilihan produk yang dikelola oleh manajemen asset terkemuka di Indonesia, dan tentunya memberikan hasil return yang lebih menarik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *