Baju Bayi yang Nyaman Harus Dirawat dengan Cara-cara Ini

Baju Bayi yang Nyaman Harus Dirawat dengan Cara-cara IniMemiliki buah hati merupakan suatu anugerah terindah bagi setiap orangtua. Meski demikian, para orangtua yang baru saja memiliki bayi sering merasa kerepotan dalam hal mengurus perlengkapan sang buah hati, mulai dari memutuskan akan membeli langsung di toko baju atau membeli di toko online hingga bagaimana cara mencuci dan merawat baju bayi. Yang utama yang perlu diperhatikan adalah saat membeli pakaian bayi, perhatikan dulu labelnya. Pahami tata cara mencuci yang dianjurkan. Meski sebenarnya mencuci pakaian bayi dengan mesin cuci lebih efisien dan hemat waktu, namun ketahui bahwa pakaian bayi cenderung tipis sehingga rentan rusak jika dicuci dengan mesin.

Mencuci pakaian bayi lebih dianjurkan dengan manual atau menggunakan tangan. Meski sedikit menguras tenaga namun akan lebih baik terutama untuk menjaga serat pakaian bayi. Berikut ini adalah tips merawat pakaian bayi:

  • Gunakan deterjen yang tepat.

Kulit bayi cenderung sensitif, bahkan 3 kali lebih sensitif dari kulit orang dewasa sehingga membutuhkan deterjen khusus. Kulit bayi lebih rentan terkena gangguan seperti iritasi, alergi, biduran dan sebagainya. Hindari mencuci pakaian bayi dengan menggunakan deterjen colek (sabun krim) karena selain tidak bagus untuk serat pakaian bayi, juga kurang cocok untuk permukaan kulit bayi. Jika misal tidak ada keluhan pada bayi Anda, Anda bisa menggunakan deterjen yang sehari-hari Anda pakai. Namun jika terjadi gangguan pada kulit bayi, sebaiknya gunakan deterjen khusus atau bisa juga deterjen cair.

  • Pisahkan pencucian.

Baik mencuci dengan mesin cuci maupun dengan manual atau menggunakan tangan, pisahkan dengan pakaian anggota keluarga yang lainnya. Selain mencegah agar baju bayi Anda tidak tersangkut dengan pakaian lainnya, baju si kecil juga tidak terkontaminasi dengan kotoran dari baju orang dewasa. Begitu juga dengan pakaian si kecil lainnya, seperti selimut, popok, bedong, kain gendongan dan sebagainya, sebaiknya dipisahkan berdasarkan tingkat ke kotorannya. Jika terlalu kotor, sebaiknya jangan dicampur jadi satu.

  • Suhu pencucian.

Pakaian bayi sebaiknya dicuci dalam suhu air yang hangat-hangat kuku, antara 30-40 derajat Celcius, artinya tidak terlalu panas. Hal ini bertujuan untuk mematikan kuman-kuman yang melekat sekaligus agar tidak merusak serat pakaian. Namun jika tidak ada air hangat, Anda bisa mencucinya dengan air yang bersuhu normal.

  • Gunakan penghilang noda yang alami.

Sudah bukan rahasia lagi sebagai seorang ibu, kita mengalami kerepotan dalam mengatasi noda membandel pada pakaian bayi. Baik noda kotoran, makanan, susu atau ASI, air liur hingga muntahan si kecil. Belum lagi jika ia sudah mulai aktif merangkak. Untuk mengatasi noda pakaian bayi, sangat tidak dianjurkan menggunakan pemutih pakaian. Sebaliknya, gunakan bahan-bahan alami untuk membasmi noda yang membandel. Misalkan dengan campuran soda kue dengan air cuka atau jeruk lemon/nipis atau dengan menggunakan Hidrogen peroksida. Oleskan pada noda yang membandel, rendam dalam air sabun, kucek sebentar kemudian bilas.

  • Tidak perlu disetrika.

Rata-rata, baju bayi tidak memerlukan tahap penyetrikaan karena bahannya yang cenderung tipis. Selain itu, tentu kita akan kerepotan karena pakaian si kecil biasanya cukup banyak. Untuk menyiasati agar tetap rapi, jemur pakaian si kecil di bawah terik sinar matahari. Setelah kering, dalam keadaan masih panas, segera lipat pakaian dan simpan di lemari. Jangan lupa meletakkan kapur barus atau pengusir ngengat dan serangga di dalam pakaian. Bulu-bulu halus yang dimiliki serangga beresiko dapat membuat si kecil alergi.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *