6 Tahap Mengklaim Masalah Pada Penyedia Jasa Bangun Rumah

6 Tahap Mengklaim Masalah Pada Penyedia Jasa Bangun RumahSemua konsumen tentu memilih kontraktor yang mereka nilai berkualitas. Mulai dari melihat portofolio, melihat review konsumen sebelumnya, serta sertifikat mereka. Meskipun dipersiapkan dengan baik, bisa saja hasil pekerjaan mereka mengecewakan. Bila Anda menghadapi situasi ini, jangan ragu untuk melakukan klaim. Simaklah 6 tahap berikut untuk melakukan klaim ke penyedia jasa bangun rumah.

Menghubungi Pihak Kontraktor

Segera setelah menemukan masalah di rumah, Anda harus menghubungi kontraktor yang bersangkutan. Anda dapat menghubungi lewat telepon. Namun setelah itu, anda juga harus menghubungi ulang lewat melalui email. Isi email terdiri dari permasalahan yang muncul, permintaan perbaikan, serta waktu perbaikan. Ingat, Anda dapat mengajukan klaim bila di surat perjanjian kontraktor menyebutkan garansi. Oleh karena itu, sebelum menandatangani kontrak, pastikan mereka bersedia memberikan garansi. Pada umumnya, garansi yang diberikan kontraktor berlaku selama 1 bulan. Bila setelah 1 bulan muncul masalah, Anda harus mengurusnya sendiri. Namun, bila ternyata pekerjaan mereka tidak sesuai dengan kesepakatan, Anda dapat melakukan klaim meski masa garansi telah habis.

Melakukan Kesepakatan Waktu Perbaikan

Setelah melakukan klaim, Anda harus membuat kesepakatan mengenai waktu perbaikan. Bila kontraktor tidak muncul pada waktu yang dijanjikan, Anda harus menghubungi lagi. Meskipun mereka memiliki alasan sehingga berhalangan hadir, mereka sudah berjanji. Mereka wajib menyelesaikan pekerjaan mereka tepat waktu. Mungkin, kontraktor tersebut juga sedang sibuk. Akan tetapi, mereka harus tetap memprioritaskan mengajuan klaim. Bila tidak, mereka tentu akan terlihat buruk di mata konsumen.

Mengatur Tenggat Waktu Untuk Memperbaiki Kerusakan

Bila kontraktor tidak muncul pada waktu yang sudah disepakati, buatlah deadline baru. Diskusikan waktu deadline pada pihak kontraktor agar mereka bisa mengatur jadwal baru. Agar mereka datang, buatlah perjanjian baru mengenai resiko bila mereka tidak datang. Misalnya seperti meminta kontraktor lain untuk memperbaiki masalah rumah Anda. Namun, biaya perbaikannya harus ditanggung kontraktor yang membangun rumah Anda. Berikanlah juga harga estimasi perbaikan yang Anda dapatkan dari kontraktor lain. Perilaku ini akan menyadarkan kontraktor bahwa mereka tidak boleh meremehkan klaim. Bila perlu, Anda juga dapat menyatakan akan membawa kasus ini ke pengadilan.

Buatlah Rencana Penyelesaian Masalah

Bila belum ada respon, cari tahulah apakan kontraktor tersebut mengikuti asosiasi tertentu. Bila ada, mintalah bantuan dari asosiasi yang mereka ikuti. Biasanya, sebuah asosiasi kontraktor memiliki prosedur untuk pekerjaan kontraktor yang bermasalah. Asosiasi kontraktor yang baik akan memberikan bantuan bila ada anggotanya yang bermasalah. Mereka akan menyediakan mediator yang menggantikan kontraktor Anda. Namun, bila ternyata asosiasi tersebut tidak membantu, Anda harus mencari cara lain.

Mengumpulkan bukti dan mengajukan klaim biaya

Bila kontraktor belum juga memperbaiki pekerjaan mereka, ajukanlah klaim biaya. Sebelumnya, kumpulkanlah bukti-bukti yang mendukung kasus ini. Salah satu contohnya ialah foto-foto hasil pekerjaan mereka yang tidak memuaskan. Kemudian, carilah kontraktor lain yang akan mengerjakan perbaikan di rumah Anda. Pastikan kontraktor ini juga menyediakan laporan pekerjaan untuk memperkuat bukti klaim. Dalam laporan tersebut, rincian biaya harus dibuat secara detail. Ketika mengajukan klaim biaya, mintalah bantuan orang yang ahli di bidang ini. Dengan begitu, pihak kontraktor tidak akan dapat memanipulasi Anda.

Ajukan masalah ke pengadilan

Bila klaim Anda belum dipenuhi juga, ajukanlah masalah ini ke pengadilan. Anda berhak mengajukan kasus ini sebab Anda memiliki perjanjian yang sah. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan biaya ganti rugi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *